yennasheinita.blogspot.com
yenna.sheinita23.blogspot.comJakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) baru saja memblokir akses aplikasi Tik Tok. Pemblokiran ini lantaran ditemukan banyak konten negatif di aplikasi tersebut.
Digunakannya Tik Tok sebagai sarana anak dan remaja untuk berekspresi menjadikannya popular di Indonesia. Tetapi, penggunaan Tik Tok juga berdampak bagi psikologis anak.
"Kalau secara psikologis efeknya macam-macam, walau tidak sama di setiap anak," kata psikolog anak dan remaja, Ratih Zulhaqqi kepada detikINET melalui telepon, Rabu (4/7/2018)
Ratih mengatakan bahwa karakteristik anak dan remaja pengguna Tik Tok perlu dikaji sebelum menilai dampak Tik Tok terhadap psikologis mereka. Misalnya apakah mereka menggunakan Tik Tok karena senang mendapatkan perhatian atau sekedar sarana berekspresi.
Tetapi menurut Ratih bahaya terbesar yang dihadapi anak yang menggunakan Tik Tok adalah grup dan komunitas Tik Tok yang isinya orang asing.
"Yang paling bahaya itu bisa bikin group chat yang isinya orang tidak dikenal. Dan rentang usianya beragam, mulai dari yang masih muda banget sampai yang sudah remaja akhir," ujar Ratih.
Setelah berkenalan dengan orang di grup tersebut, biasanya percakapan dilanjutkan dengan chat pribadi. Ratih memberikan contoh anak di bawah umur yang mengirimkan foto telanjang dada kepada orang asing yang dikenalnya melalui grup tersebut.
Ratih kemudian mengatakan bahwa pemblokiran akses Tik Tok oleh Kominfo hanya cara gampang yang diterapkan pemerintah. Karena konten dan layanan seperti ini bisa dilakukan dimana saja
Menurutnya yang lebih penting untuk dilakukan adalah membentuk sistem kontrol yang lebih baik. Karena banyak anak-anak yang menggunakan aplikasi yang tidak sesuai umurnya.
Tik Tok sendiri sebenarnya memiliki batas usia minimal 16 tahun untuk penggunanya. Tapi Ratih menemukan anak berusia delapan tahun yang menggunakan Tik Tok.
Orang tua juga harusnya lebih proaktif dalam mengawasi penggunaan gadget oleh anak. Ratih juga menyarankan orang tua untuk membuat kesepakatan dengan anak ketika ingin menggunakan media sosial.
"Harus ada kesepakatan ketika ingin main sosmed. Misalnya, orang tua harus jadi teman anak di sosmed," tutup Ratih.
Sebelumnya diberitakan mulai Selasa siang (3/7/2018), Kominfo resmi memblokir akses aplikasi Tik Tok. Hal ini lantaran banyaknya ditemukan konten negatif di aplikasi tersebut.
Saat memutuskan akan memblokir Tik Tok, Menkominfo Rudiantara mengaku telah berkoordinasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)
Digunakannya Tik Tok sebagai sarana anak dan remaja untuk berekspresi menjadikannya popular di Indonesia. Tetapi, penggunaan Tik Tok juga berdampak bagi psikologis anak.
"Kalau secara psikologis efeknya macam-macam, walau tidak sama di setiap anak," kata psikolog anak dan remaja, Ratih Zulhaqqi kepada detikINET melalui telepon, Rabu (4/7/2018)
Ratih mengatakan bahwa karakteristik anak dan remaja pengguna Tik Tok perlu dikaji sebelum menilai dampak Tik Tok terhadap psikologis mereka. Misalnya apakah mereka menggunakan Tik Tok karena senang mendapatkan perhatian atau sekedar sarana berekspresi.
Tetapi menurut Ratih bahaya terbesar yang dihadapi anak yang menggunakan Tik Tok adalah grup dan komunitas Tik Tok yang isinya orang asing.
"Yang paling bahaya itu bisa bikin group chat yang isinya orang tidak dikenal. Dan rentang usianya beragam, mulai dari yang masih muda banget sampai yang sudah remaja akhir," ujar Ratih.
Setelah berkenalan dengan orang di grup tersebut, biasanya percakapan dilanjutkan dengan chat pribadi. Ratih memberikan contoh anak di bawah umur yang mengirimkan foto telanjang dada kepada orang asing yang dikenalnya melalui grup tersebut.
Ratih kemudian mengatakan bahwa pemblokiran akses Tik Tok oleh Kominfo hanya cara gampang yang diterapkan pemerintah. Karena konten dan layanan seperti ini bisa dilakukan dimana saja
Tik Tok sendiri sebenarnya memiliki batas usia minimal 16 tahun untuk penggunanya. Tapi Ratih menemukan anak berusia delapan tahun yang menggunakan Tik Tok.
Orang tua juga harusnya lebih proaktif dalam mengawasi penggunaan gadget oleh anak. Ratih juga menyarankan orang tua untuk membuat kesepakatan dengan anak ketika ingin menggunakan media sosial.
"Harus ada kesepakatan ketika ingin main sosmed. Misalnya, orang tua harus jadi teman anak di sosmed," tutup Ratih.
Sebelumnya diberitakan mulai Selasa siang (3/7/2018), Kominfo resmi memblokir akses aplikasi Tik Tok. Hal ini lantaran banyaknya ditemukan konten negatif di aplikasi tersebut.
Saat memutuskan akan memblokir Tik Tok, Menkominfo Rudiantara mengaku telah berkoordinasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)

Terima kasih infonya, sangat berguna
BalasHapusSama sama kk
HapusDampak posotif bya - seru sih bafi orang yang sukak aja
BalasHapusDampak negatif - buat orang" di bawah umut rusak aja
Soal ny anak" dari tk aja udah tau tiktok masadepan nya lah yang harus di pikir kan bukan kesenangan
Yaaa cukup sekian lah dari saya terima kasih
Dampak posotif bya - seru sih bafi orang yang sukak aja
BalasHapusDampak negatif - buat orang" di bawah umut rusak aja
Soal ny anak" dari tk aja udah tau tiktok masadepan nya lah yang harus di pikir kan bukan kesenangan
Yaaa cukup sekian lah dari saya terima kasih
Sama sama 😀
HapusTerimakasih atas infonya
BalasHapusSama sama sab
HapusInfonya sangat bermanfaat
BalasHapusTerima kasih
HapusTrimakasih infonya
BalasHapusTerima kasih
HapusTrimakasih infonya
BalasHapusSama sama erna
HapusTerimakasih info nya
BalasHapusSama sama ritna
HapusTerimakasih atas infonya
BalasHapusSama sama juli
HapusBagus informasi nya nak ku
BalasHapusTerima kasih
HapusTerimakasih infonya
BalasHapusSama sama laura
HapusKapan di coba ne tik tok..
BalasHapusUdah sering di coba pak
HapusTerimakasi infonya
BalasHapusSamasama bel
HapusBermanfaat bgt kakk
BalasHapusterima kasih
Hapusmantapppppppp
BalasHapusMakasih salsa
HapusGood
BalasHapusMakasih kak ria
Hapusmakasih infonya kak..
BalasHapusSama smaa
HapusBagus banget kak
BalasHapusSukak
Terima kasih
HapusSaya suka dengan pernyataan ini
BalasHapusTerima kasih
Hapusnice
BalasHapusMakasih
HapusSekolahnya itu dimana ya?
BalasHapusnice infonya
BalasHapusMakasih buat infonya
BalasHapusSemoga bermanfaat
Info y bagus
BalasHapus